Kamis, 05 November 2026

Buku : Allah pun Salat

Dari kecil kita salat tapi jarang sekali diajarkan tentang makna salat. Sebagian kalangan mengatakan salat (shollu) artinya doa. Di Alquran disebutkan Allah dan Malaikat shollu (salat) kepada Nabi. Lalu bagaimana mungkin Allah dan malaikat berdoa kepada Nabi. Hal itu menunjukkan kalau shollu (salat) itu bukan doa.

Di Alquran juga disebutkan bahwa Allah juga shollu (salat) kepada hamba-Nya yang sabar. Nabi juga salat kepada umatnya. Bahkan hewan pun salat. Jadi apa makna salat yang sesungguhnya ? Dalam buku ini anda akan menemukan jawabannya sesuai dengan petunjuk Alquran dan hadis yang sahih.

Jika salat kita selama ini jadi beban, mungkin karena kita tidak tahu maksud dan tujuan dari salat itu sendiri. Allah mengatakan salat yang seperti itu justru akan membuat kita celaka. Ternyata ada ya salat yang bikin celaka. Padahal salat seharusnya jadi solusi kehidupan bukan jadi beban. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana salat menjadi solusi dalam kehidupan sehari-hari.

Jika selama ini kita kesulitan untuk khusuk dalam salat, itu karena kita telah salah memaknai kata khusyuk. Dikiranya khusuk itu konsentrasi padahal sebaliknya, agar bisa khusyuk jangan konsentrasi. Karena konsentrasi justru akan membuat kita cepat lelah dan membosankan.

Banyak yang mengatakan dalam salat tidak boleh mengingat dunia. Padahal di Alquran, Allah justru menyuruh kita untuk mengingat dunia di dalam salat, agar kita sampai pada tujuan salat yang sebenarnya.

Kenapa banyak sekali kesalahan dalam memahami salat ? Semoga hadirnya buku ini menjawab semua pertanyaan itu. Sehingga salat bukan lagi menjadi beban tapi kebutuhan.



Ebook-nya bisa di download di : Download Ebook Allah pun Salat

Harga buku cetaknya (139 halaman) hanya Rp.25.000 (pre order). Dapat dipesan melalui wa.me/6285137045075




Buku : Haji Setahun 4 kali

Nabi Muhammad saw mengatakan Haji itu Arofah, dan di Alquran dikatakan haji itu di bulan-bulan yang dimaklumi. Kalau keduanya digabungkan maka kesimpulannya Haji itu di Arofah di bulan-bulan yang dimaklumi. Bukan hanya satu bulan yaitu bulan zulhijjah tapi di 4 bulan haram yaitu Rajab, Zulkaidah, Zulhijjah dan Muharam. Jadi wukuf di Arofah bisa dilakukan di 4 bulan haram tersebut. Sehingga haji bisa dilakukan setahun 4 kali.

Alquran sendiri sudah menyampaikan kaitan antara 4 bulan haram ini dengan Pelaksanaan haji. Dalam sejarahnya, 4 bulan haram memang punya kaitan yang erat dengan pelaksanaan haji. Bahkan dalam hadis disebutkan Nabi pernah berangkat haji di bulan zulkaidah.

Lalu mengapa selama ini haji hanya dilakukan di bulan zulhijah ? Hal itu terjadi hanya karena pendapat satu orang yang kemudian diikuti oleh umat islam seluruh dunia sampai saat ini. Padahal pendapat orang tersebut murni pendapat pribadi dan tidak sesuai dengan Alquran dan hadis Nabi.

Buku ini akan membongkar semua kesalahan dalam memahami pelaksanaan haji tersebut. Tentunya dengan berdasarkan kepada Alquran dan Hadis yang sahih. Jika haji bisa dilaksanakan setahun 4 kali sesuai Alquran dan hadis Nabi, bisa memangkas antrian haji selama ini.



Ebook-nya bisa di download di : Download Ebook Haji Setahun 4 Kali

Harga buku cetaknya (66 halaman) hanya Rp.20.000 (pre order). Dapat dipesan  melalui : wa.me/6285137045075

Buku : Menggugat Pelaksanaan Salat Jamak

Allah sudah menyatakan dalam Alquran bahwa salat itu sudah ditentukan waktu-waktunya. Di Alquran juga sudah dijelaskan kalau sedang bepergian, maka silahkan salat di atas kendaraan. Dan waktu-waktunya harus tetap di pelihara. Jadi bukan di jamak model salat jamak zaman sekarang. Dimana salat zuhur di waktu asar atau sebaliknya. Dan salat maghrib di waktu isya atau sebaliknya. 

Padahal Nabi Muhammad saw dan para sahabat sudah menyontohkan salat jamak yang dilakukan dalam perjalanan tetap di waktunya masing-masing. Salat zuhur tetap di waktu zuhur. Demikian juga asar, maghrib dan isya. 

Nabi bahkan mengatakan orang yang salat di luar waktu yang sudah ditentukan, tergolong orang yang meremehkan salat, dan Nabi mengatakan itu ketika bepergian. 

Tapi mengapa terjadi penyimpangan pelaksanaan salat jamak seperti model salat jamak sekarang ini ? Penyimpangan itu terjadi karena 4 hal. Dan semuanya dibahas dalam buku ini. Sekaligus juga menjawab pertanyaan mengapa salat subuh tidak bisa dijamak dan mengapa tidak boleh menjamak salat asar dengan maghrib. 

Semoga dengan hadirnya buku ini meluruskan kembali pelaksanaan salat jamak seperti yang dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. 



Ebooknya bisa di download di : download ebook Menggugat Pelaksanaan Salat Jamak Harga buku cetaknya (53 halaman) hanya Rp.20.000 (pre order). Dapat dipesan  melalui : wa.me/6285137045075

Kamis, 07 Maret 2013

Komentar Pembaca Buku "ALLAH pun Taubat"



"Terus berkarya dan berdakwah dengan tulisan. Mencerdaskan umat dengan tulisan-tulisan yang bermutu dan berkualitas". (ustadz Yusuf Mansyur).

"Tadinya saya tdk suka dgn judul buku ini tapi setelah separuh dibaca luar biasa isinya. Kajiannya menarik sekali, hampir selesai saya membacanya padahal baru tadi pagi buku ini ada di tangan". (081369019xxx)

"Alhamdulillah saya sudah beli & baca buku ini...inspiratif, mencerahkan & memotivasi beribadah lebih baik...."(Dr.Bambang Sutiyoso, dosen Universitas Islam Indonesia, yogyakarta)

"Baru membuka-buka saja, saya sudah mendapat kesan buku ini bagus untuk dibaca dan dipahami benar isinya". (Dr. Bondan Hariono, Jakarta)

"Dengan kesederhanaannya, penulis mampu menjelaskan persoalan-persoalan yang sangat tidak sederhana. Buku ini sangat reflektif dan mencerahkan. Terus berkarya mas Farid. (Dr. Epi Syaifudin, Dosen IAIN Sultan Hasanudin Banten)

"Buku ini sangat menginspirasi, karena penulis mencoba menyegarkan pemahaman islam dengan sedikit "menyimpang" dari pemahaman umumnya, namun tetap mengutamakan rasionalitas dan argumentatif. sangat menarik untuk dibaca.(Deden Firdaus, Mahasiswa Magister Filsafat Islam, ICAS Paramadina-Jakarta)

"Sip Mantab, bagus, dengan bahasa deskripsi yang mudah dipahami. Merubah cara pandang beberapa hal yang sudah berakar di pemikiran kita selama ini. Bab yang saya paling suka "7 Kerancuan dalam memandang poligami". (Harusnya semua laki2 membaca ini)..." (Yunia Amelia, Lampung).

“Saya berterimakasih kepada penulis karena setelah membaca buku ini, gairah untuk beribadah semakin kuat, untuk menutupi dosa-dosa saya selama ini”. (Pertha Lesmana)

"Buku ini sangat luar biasa dan bisa menggetarkan hati para muslimin dan muslimah jadi kita sebagai hamba allah swt mari kita sama sama mencerahkan isi dari buku ini". (Darlin Landide, Sulawesi Tenggara)

"Alhamdulillah, bagus sekali dan banyak memberikan inspirasi dan menyegarkan iman, bahasa enak sekali seperti berbincang langsung dg penulis" (Dian Rahayuningrum, jakarta)

"Mengena sekali dan aplikatif. insya Allah akan saya sampaikan ke teman-teman". (Sulastri, Solo)

"Bukunya menarik dan gaya bahasa enak dibaca dan dicerna.. (Zulkarnain, Papua)

"Buku ini sangat menggugah kesadaran saya akan pentingnya memahami Alquran sekaligus mengamalkannya". (Muhtadin, Lampung)

"Barakallahu, selamat. Bagusnya punya ustad, berkafaah syar'i untuk rujukan & referensi". (081369319xxx)

"Alhamdulilah saya pun ikut senang membaca buku itu. Dan hati pun jadi tenang dan tentram". (Ani, Bandung)

"Buku ini membuat orang tergugah dari ketertiduranya. salam perjuangan". (Fijar Ibrahim)

“Menarik Sekali membaca buku ini. Banyak ilmu yang saya dapatkan”. (Erlina, Bekasi)

"saya akui buku ini memang luar biasa....penuh inspirarsi dan memberi pembelajaran untuk pembaca tanpa bermaksud menggurui...makasih banyak ya mas farid.."(Yulia.R.Yusuftina, Magelang)

“Bukunya LUAR BIASA!” (Muhammad Noor Indra, Jawa Barat)

"Bukunya bagus, saya sudah pesan 10 eksemplar" (Hesti, Hongkong)

"Bacanya enak, maknanya dalam tapi mudah dicerna" (Sandra.P, Lampung)

"Bukunya keren. Buat teman-teman semua : aku harap kalian baca buku "ALLAH pun TAUBAT" karya Muh.Farid ini, aku jamin, hidup kalian akan jadi lebih terarah. Amien. (Dinar Gusti Mahardika, Bondowoso, Jawa Timur)

Jumat, 27 Juli 2012

No body’s perfect

Tidak ada manusia yang terbebas dari kekurangan, tidak terkecuali pasangan kita. Bersiap-siaplah untuk mengalami kekecewaan sehingga rumah tangga kita penuh dengan air mata duka jika kita mengharap pendamping yang sempurna, tanpa kekurangan. Pengharapan kita inilah yang menjadikan pendamping kita selalu tampak penuh kekurangan meski orang-orang di sekelililng kita takjub melihat kesempurnaannya. Sebaliknya, pasangan kita akan senantiasa tampak sempurna apabila kita merelakan hati untuk menerima kekurangan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan pendamping yang benar-benar sempurna adalah menerima dia apa adanya.

Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan rumah tangga dan kebahagiaan di akherat. Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan, semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita, akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan. Keluh kesah kita terhadap pasangan akan sedikit.

Apa yang membedakan antara harapan terhadap perkawinan dengan komitmen perkawinan? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima dia apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut terhadap istri begitu kita mendapati bahwa istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung. Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kalau boleh memilih, tentu kita mendambakan pasangan yang paling sempurna. Akan tetapi, jika ia memiliki banyak kekurangan, komitmen yang besar diatas pijakan yang kokoh akan membuat kita memiliki kekuatan untuk memperbaiki.

Sebaik apapun pasangan kita, bila ia selalu kita bandingkan dengan harapan sebelum dan sesudah menikah, ia tidak akan pernah mencapai keutamaan sedikitpun. Selalu saja ada yang membuat kita mengeluh dan kecewa sehingga akhirnya dapat membuat kita putus asa. Sebabnya bukan karena dia tidak memiliki keutamaan dan kesempurnaan. Bisa jadi, orang lain memandangnya dengan iri sambil diam-diam berdoa agar mendapatkan pasangan seperti dia. Akan tetapi, jika hati kita keruh dan jiwa kita keras, tidak ada lagi  yang dapat membuahkan rasa syukur di hati kita.

Bila kita menuntut kesempurnaan – bukannya menguatkan komitmen untuk mencapai kesempurnaan – jiwa kita akan selalu gelisah. Apapun yang dilakukannya selalu tampak kurang dan penuh cacat., sekalipun orang berdecak kagum melihatnya begitu hebat. Ibarat minum air laut, semakin banyak kita meminumnya, semakin kita kehausan. Seperti itu pula jika rumah tangga ditegakkan dengan tuntutan agar pasangan kita sempurna. Semakin lama kita hidup bersamanya, semakin besar kekecewaan kita.

Jika kita mengalami lonjakan kekecewaan, masalah kecil saja dapat menggoncangkan rumah tangga. Semuanya bermula dari tuntutan kita agar pasangan kita sempurna, meski kita tak merasa menuntut. Tuntutan inilah yang menyebabkan kita kurang mampu merasakan kebaikan meskipun ia sangat baik. Tuntutan pula yang menyebabkan kita kurang bisa menerima dengan lapang dada meskipun ia begitu setia dan penuh perhatian. Sementara itu, penerimaan yang tulus disertai dengan komitmen yang kuat, akan melahirkan kehendak untuk memperbaiki.

No body’s perfect. Tak ada manusia yang sempurna. Akan tetapi, sangat banyak kekurangan yang bisa diperbaiki bersama apabila kita memiliki komitmen yang kuat, kesediaan untuk menerima apa adanya, termasuk mengikhlaskan hati untuk menerima kekurangannya. Kerelaan untuk menerima kekurangan, membuat kita lebih mudah menyukuri kekurangan. Lalu bagaimana caranya memperbaiki kekurangan? Mungkin bukunya Mohammad Fuazil Adhim yang berjudul Agar cinta bersemi indah dapat membantu.

Jika penerimaan yang tulus dan apa adanya akan membuat kita lebih bahagia, pengharapan yang terlalu besar akan membuat kita menuai kekecewaan demi kekecewaan. Pengharapan melahirkan tuntutan-tuntutan di satu sisi dan hambatan untuk bisa merasakan kebaikan di sisi lainnya. Sementara itu, tuntutan akan menjadi beban bagi jiwa kita. Tuntutan menghambat langkah kita dalam memperbaiki diri.

Alhasil, jika engkau menemukan kekurangan pada suami atau istrimu, janganlah engkau mengingat-ingatnya. Ketauhilah kekurangan itu dalam rangka memahami sehingga dapat berlaku baik pada pendamping hidupmu. Jangan pula engkau sibuk menyebut-nyebutnya dengan harapan agar ia segera memperbaiki diri, sebab menyebut-nyebut keburukan dan kekurangan tidak akan memperbaiki masalah. Justru, ia akan semakin sulit untuk dibenahi. Jika engkau sibuk berkeluh kesah terhadap kekurangan yang ada pada pendampingmu, dengan tidak mensyukuri kebaikannya, ia akan terhambat  dan terbebani. Keluh kesah yang sering diperdengarkan, membuat orang mudah putus asa dalam menempuh jalan kebaikan.

Kita sendiri punya kekurangan, kenapa kita sibuk menuntut pasangan kita untuk sempurna? Ada amanat yang diemban bersama ketika menikah. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Bukan saling mengeluhkan dan menyebut-nyebut kekurangannya.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan engkau temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya, ada perbaikan yang bisa kita lakukan bersama. Bukan tuntutan untuk sempurna.

Wasalam..

Kamis, 10 Februari 2011

Resensi Buku : ALLAH pun TAUBAT



Judul : ALLAH pun TAUBAT
Penulis : Muhammad Farid
Penerbit: CV Anugerah
Tebal : 220 + vi halaman
harga : Rp. 60.000,-

Kehadiran buku ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas semakin ditinggalkannya Alquran sebagai referensi atau pedoman dalam kehidupan umat islam. Banyak cendekiawan muslim atau ulama yang lebih senang mengambil referensi dari kitab-kitab lainnya ketimbang Alquran. Akibatnya, tanpa disadari, kita telah disesatkan oleh kitab-kitab tersebut. Sudah saatnya kita kembali kepada Alquran. Sebab, jika kita tidak kembali pada Alquran, setan akan senantiasa menyertai kita.

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Alquran), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Q.S. Az Zukhruf [43]: 36)

Di buku ini, anda akan menemukan banyak sekali koreksi atas pemahaman yang telah berkembang luas di kalangan umat islam. Melalui buku ini, penulis ingin meluruskan pemahaman tersebut agar selaras dengan petunjuk yang ada dalam Alquran dan Hadis Nabi.

1. Kiat-Kiat Memahami Alquran
Bab ini menuturkan kiat-kiat atau tata krama memahami Alquran sehingga ALLAH menurunkan ilmu-Nya kepada kita.

2. Kiat Masuk Surga tanpa Mampir di Neraka
Bab ini menjelaskan kiat langsung masuk surga secara praktis, sederhana dan logis berdasarkan ayat-ayat Alquran.

3. Kematian itu Indah
Bab ini akan menggugah kesadaran kita bahwa kematian bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Justru kita harus menyikapi kematian sebagai sebuah pintu gerbang yang akan mengantarkannya pada sang kekasih ALLAH swt dan surga yang dirindukannya selama ini.

4. Berislam, tetapi kekal di Neraka
Barangsiapa yang banyak berbuat dosa, dimana dosanya lebih banyak dari kebaikannya, maka dia akan kekal di neraka dan tidak bisa keluar dari sana untuk selama-lamanya. (QS.2:80-81, 23:103)

5. Hidup itu Indah
Bab ini menggambarkan pribadi yang telah diselimuti kasih sayang dari ALLAH swt. Sehingga kejadian apapun yang menimpanya tidak akan membuatnya bersedih hati. Dia tidak pernah khawatir (stress) karena keyakinannya bahwa ALLAH beserta dia dimana saja dia berada.

6. Korupsi dan Zina Tidak Diampuni Allah.
Selama ini dosa syirik hanya dikaitkan dengan jin, dukun, ramalan. Padahal menurut Alquran syirik tidak hanya sebatas itu. Bab ini menerangkan hakekat syirik yang sesungguhnya.

7. Maksiat yang Mengantarkan ke Surga dan Ibadah yang Menjerumuskan ke Neraka
Maksiat seperti apa yg bisa mengantarkan ke surga? Dan bagaimana ibadah yang bisa menjerumuskan ke neraka?

8. Allah pun Taubat
Banyak orang menyangka, istilah ALLAH pun taubat hanya sebuah judul yang mengada-ada untuk menarik perhatian belaka. Padahal istilah “ALLAH tauba”t memang benar-benar ada dalam Alquran.

9. Tiga Keanehan Jilbab
Ternyata di Alquran disebutkan, ibu-ibu yang sudah berhenti haid dan tidak ingin menikah lagi, tidak wajib lagi berjilbab (QS.24:60).

10. Nabi Ibrahim pun “Kafir”
Nabi Ibrahim pun kafir kepada sesembahan selain Allah. Bab ini menerangkan dengan terang benderang istilah kafir dalam Alquran agar kita tidak mudah mengkafirkan orang lain.

11. Tujuh Kerancuan dalam Memandang Poligami
Bagaimana kita menyikapi poligami? Temukan jawabannya dalam bab ini.

12. Cara Nabi Muhammad Menghadapi Penghinaan
Bab ini akan menguraikan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang yang menghina Nabi Muhammad menurut Alquran.

13. Rahasia Jepang, China, Zulkarnain, Ya'juj, dan Ma'juj dalam Alquran
Di bab ini anda akan menemukan bukti yang membangun tembok China pertamakali adalah orang islam. Selain itu dijelaskan pula siapa sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj yang ternyata sudah muncul dan bahkan pernah menguasai dunia. Dan ternyata negeri Jepang juga disebutkan dalam Alquran.

14. Mukjizat Alquran
Bab ini menerangkan empat mukjizat Alquran yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern di abad ini. Sebuah bukti kebenaran firman ALLAH yang akan menguatkan keimanan kita dan menarik perhatian orang-orang yang belum beriman kepada Alquran.

Secara keseluruhan, buku ini akan membongkar pemahaman yang mengakar di benak kita selama ini. Agar pembaca mendapat manfaat dari buku ini, maka seluruh keuntungan dari penjualan buku akan di infakkan kapada yang berhak menerimanya (fakir miskin, anak yatim dll), kecuali sekedar kebutuhan penulis dan penerbit.